Kelurahan-kelurahan ini menjadi ujung tombak dalam memberikan perlindungan sekaligus ruang pengembangan bagi perempuan dan anak.
“Perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama perubahan. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan Kota Semarang akan semakin hebat,” tegas Agustina.
Peringatan Hari Kartini ini sekaligus menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya di Kota Semarang, tidak hanya berdampak di tingkat lokal, tetapi juga mampu menginspirasi serta mendapatkan pengakuan global.
Pemerintah Kota Semarang pun terus mendorong perempuan untuk meningkatkan kapasitas diri, berani mengambil peran, dan memperluas kontribusi di berbagai sektor. (*)