KONTENSEMARANG.COM – Proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya yang akan dibangun di TPA Jatibarang terus menunjukkan daya tariknya di mata investor. Proyek strategis dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun tersebut telah mendapat perhatian luas dari pelaku investasi nasional maupun internasional.
Hingga awal Juni 2026, sebanyak 85 investor tercatat menyatakan minat untuk terlibat dalam pengembangan proyek yang digagas sebagai solusi pengelolaan sampah modern sekaligus penghasil energi terbarukan tersebut.
Sebagai bagian dari proses penjajakan investasi, enam perusahaan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek pada Kamis (4/6). Agenda serupa juga dijadwalkan kembali pada 8 Juni 2026, sehingga jumlah calon investor yang melakukan peninjauan langsung diperkirakan terus bertambah.
Tingginya antusiasme tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap kesiapan Kota Semarang dalam mengembangkan teknologi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mendukung transisi menuju energi bersih.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa persoalan sampah harus ditangani melalui pendekatan yang inovatif dan berorientasi jangka panjang. Menurutnya, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi.
"Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat," tegas Agustina Rabu (3/6).
Melalui proyek PSEL Semarang Raya, Pemerintah Kota Semarang berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi hijau sekaligus pusat pengembangan teknologi ramah lingkungan di Indonesia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, mengungkapkan bahwa hasil market sounding menunjukkan respons yang sangat positif dari para calon investor. Saat ini berbagai persiapan teknis dan administrasi terus dilakukan guna mendukung tahapan investasi berikutnya.
"Hasil market sounding menunjukkan respons yang sangat positif. Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana," ujarnya.
PSEL Semarang Raya dirancang untuk melayani kebutuhan pengelolaan sampah di kawasan Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Proyek ini menjadi bentuk kolaborasi antarwilayah dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.