Konten Semarang
Semarang

Sekda Pastikan Kematian Harimau Anggun Jadi Evaluasi Menyeluruh Semarang Zoo

Kematian harimau Anggun menjadi bahan evaluasi Semarang Zoo. Pemkot Semarang memastikan prosedur sesuai dan menyiapkan audit pengelolaan.

Sekda Pastikan Kematian Harimau Anggun Jadi Evaluasi Menyeluruh Semarang Zoo
Sekda Pastikan Kematian Harimau Anggun Jadi Evaluasi Menyeluruh Semarang Zoo

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang memastikan kematian harimau putih Benggala bernama Anggun bukan disebabkan kesalahan prosedur pengiriman maupun anestesi saat proses pemindahan dari Semarang Zoo ke R Zoo Medan

Peristiwa tersebut kini menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Semarang Zoo, termasuk pengelolaan anggaran perawatan satwa.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, menjelaskan pemindahan Anggun ke R Zoo Medan pada Maret 2026 dilakukan melalui kerja sama resmi antarlembaga konservasi.

Seluruh tahapan, mulai dari administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pendampingan dokter hewan, telah dilaksanakan sesuai prosedur.

Menurut Handi, pertukaran harimau dilakukan sebagai upaya menghindari perkawinan sedarah dalam program konservasi di Semarang Zoo.

"Harimau yang dikirim merupakan cucu dari hasil perkawinan sedarah. Karena itu diperlukan darah baru agar proses konservasi berjalan lebih baik. Seluruh dokumen, pemeriksaan kesehatan, hingga pendampingan dokter sudah dipenuhi sebelum keberangkatan," ujarnya.

Ia mengatakan dua ekor harimau diberangkatkan ke Medan dalam kondisi sehat. Setelah tiba di lokasi tujuan, keduanya sempat ditempatkan di kandang dan menunjukkan kondisi yang aktif. Namun beberapa hari kemudian, pihak Semarang Zoo menerima kabar bahwa Anggun telah mati.

"Setelah sampai di Medan, kondisinya sehat dan lincah. Tim dari Semarang juga mendampingi hingga proses penempatan di kandang selesai. Baru beberapa hari kemudian kami menerima informasi bahwa Anggun meninggal dunia," katanya.

Berdasarkan hasil visum dokter hewan di Medan, kematian Anggun diduga dipicu gangguan kesehatan yang ditemukan setelah satwa tersebut berada di R Zoo Medan.

Pemeriksaan menunjukkan adanya abses pada bahu kanan yang berkembang menjadi nekrosis jaringan kulit, disertai gangguan pada hati, ginjal, paru-paru, jantung, limpa, hingga lambung.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 3

Artikel Selanjutnya

Disperkim Semarang Percepat Program RTLH, Bantuan 2026 Tembus 2.401 Unit
Semarang • 30 Juli 2026

Disperkim Semarang Percepat Program RTLH, Bantuan 2026 Tembus 2.401 Unit

Rekomendasi Redaksi