Ia menambahkan, Semarang memiliki berbagai daya tarik bagi peserta lomba, mulai dari kawasan heritage hingga ragam kuliner khas yang menjadi identitas kota.
“Kita punya Kota Lama dengan bangunan heritage yang indah, kuliner yang sangat beragam, serta bentang alam dari perbukitan sampai pantai. Itu semua menjadi pengalaman yang menarik bagi para pelari yang datang ke Kota Semarang,” lanjutnya.
Perwakilan panitia dari Kompas, Budi Suwardi, menjelaskan bahwa penyatuan empat kota dalam satu seri lomba bertujuan menghubungkan potensi daerah, baik dari aspek ekonomi, budaya, maupun pariwisata.
Melalui konsep The Ultimate 10K Series, penyelenggara berharap terbentuk ekosistem sport tourism yang semakin kuat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di daerah.
Kehadiran ribuan pelari di setiap kota diharapkan memberikan dampak langsung bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif lokal.
Sementara itu, pelari elite nasional Agus Prayogo menilai rangkaian lomba lari seperti ini juga penting bagi perkembangan olahraga atletik di Indonesia.
“Semakin banyak event lomba lari di tanah air, semakin banyak pula pelari yang akan berlatih dan muncul dari berbagai daerah. Harapannya akan lahir pelari-pelari muda yang bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Bagi Kota Semarang, kehadiran ribuan pelari pada Desember mendatang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat citra kota sebagai destinasi sport tourism yang terus berkembang.
“Kota Semarang sangat siap menyambut para pelari. Kami berharap seri ini menghadirkan kompetisi yang menarik sekaligus pengalaman berkesan bagi semua peserta yang datang ke Kota Semarang,” pungkas Agustina. (*)