“Nah kalau itu tidak ada jaringan, kita kan tidak bisa bangun. Yang bisa adalah kita mengirim air. Mudah-mudahan ini segera bisa dilaksanakan proses pembantuan air bersih,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wali Kota juga menginstruksikan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM untuk turun langsung memantau kondisi di lapangan dan mengevaluasi secara mendalam terkait kualitas pelayanan perusahaan.
Kinerja PDAM, terutama kesiapan dalam menghadapi musim kering ini, akan terus dipantau secara ketat.
“Saya minta dewas turun ya melakukan analisa, kalau melihat pegawainya PDAM pasti cukup kalau digerakkan dengan sungguh-sungguh,” terangnya.
Sebagai catatan, kasus terbaru yang sempat viral di media sosial adalah keluhan warga di kawasan Semarang Timur dan sekitarnya mengenai mampetnya aliran air selama berhari-hari tanpa adanya penanganan cepat.
Usut punya usut, masalah tersebut dipicu oleh pecahnya pipa akibat terkena alat berat dari proyek di area Kaligawe.
Insiden ini menyebabkan pasokan air terganggu hingga ke wilayah Genuk, Kaligawe, Semarang Timur, hingga Pedurungan.
“Di sini PDAM harus meningkatkan kinerja ya, karena banyaknya keluhan dari masyarakat dan melakukan langkah antisipasi musim kemarau,” pungkasnya. (*)