Hari Kedua: Kunjungan ke Bioreaktor Kapal Selam Langse
Pada Minggu (30/11), peserta melakukan kunjungan ke Bioreaktor Kapal Selam (BKS) Langse di Pati.
Mereka menyaksikan langsung proses pengolahan sampah organik dengan sistem bioreaktor tertutup yang menghasilkan pupuk cair dan padat untuk mendukung pertanian lokal.
Dialog interaktif antara peserta dan pengelola bioreaktor berlangsung aktif, membahas replikasi sistem, pembiayaan, teknis operasional, hingga pemberdayaan warga dalam pengelolaan sampah komunitas.
Pemuda Siap Jadi Agen Perubahan
Arwita menekankan bahwa SKGW–STS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah pembentukan karakter pemuda yang peduli lingkungan.
“Harapan kami, setelah mengikuti SKGW, para peserta mampu menjadi agen perubahan di sekolah, kampus, dan lingkungan tempat tinggal mereka. Semarang Tanpa Sisa hanya bisa terwujud jika generasi muda bergerak bersama,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan komitmen peserta untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan Semarang yang bersih, lestari, dan bebas dari sisa sampah.