Konten Semarang
Parlemen

DPRD Semarang Usulkan Penggabungan SD Minim Murid, Kajian Jadi Pertimbangan Utama

DPRD Semarang mengusulkan evaluasi dan kemungkinan penggabungan SD negeri yang minim murid untuk mengatasi ketimpangan jumlah pendaftar dalam pelaksanaan SPMB.

×
WhatsApp Image 2026-06-13 at 19.31.20

KONTENSEMARANG.COM – Komisi D DPRD Kota Semarang mendorong adanya evaluasi terhadap sejumlah sekolah dasar negeri yang setiap tahun kesulitan memenuhi kuota peserta didik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). 

Salah satu langkah yang dinilai dapat menjadi solusi adalah regrouping atau penggabungan sekolah, dengan tetap memperhatikan kondisi wilayah dan jumlah siswa.

Gagasan tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, saat meninjau langsung pelaksanaan SPMB 2026 di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, masih terjadi ketidakseimbangan jumlah pendaftar di sekolah negeri.

Beberapa sekolah terus mengalami kekurangan murid setiap tahun, sementara sekolah lainnya justru selalu dibanjiri peminat hingga melebihi kapasitas yang tersedia.

“Kalau memang ada sekolah yang setiap tahun kekurangan murid, tentu harus dievaluasi. Apakah nanti digabung atau seperti apa, semuanya harus melalui kajian yang matang,” ujarnya.

Meski demikian, Mualim menegaskan penggabungan sekolah tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa.

Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk perkembangan jumlah penduduk dan kebutuhan layanan pendidikan di masa mendatang.

Menurutnya, sekolah yang saat ini minim peminat belum tentu akan mengalami kondisi serupa pada tahun-tahun berikutnya.

Karena itu, keputusan regrouping harus didasarkan pada kajian yang komprehensif.

Halaman 1 dari 3