Konten Semarang
Regional

Taj Yasin Lepas Kloter Perdana Haji 2026, Lebih dari 34 Ribu Jemaah Jateng Siap Berangkat

KONTENSEMARANG.COM — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji tahun 2026 dari Embarkasi Solo (Donohudan), Kabupaten Boyolali, pada Selasa malam, 21 April 2026. Kloter pertama yang d...

WhatsApp Image 2026-04-22 at 09.09.43

“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya.

Salah satu calon jemaah asal Margasari, Kabupaten Tegal, Maliyah, mengungkapkan rasa syukurnya bisa berangkat haji setelah menunggu selama 14 tahun.

Meski sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari sebelumnya, ia kini dinyatakan siap berangkat.

“Hari senin sempat opname. Tapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus. Dulu daftar dengan suami, tapi sudah meninggal 4/5 tahun lalu. Sekarang berangkat dengan menantu,” ucap lansia berusia 75 tahun itu.

Sementara itu, Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC asal Kabupaten Tegal, Ahmad Risyanto, menilai kualitas layanan haji tahun ini mengalami peningkatan, terutama dalam distribusi kebutuhan jemaah, pelayanan administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan.

“Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya.

Sebagai tambahan, Embarkasi Solo kembali mendapatkan fasilitas Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo yang membantu mempercepat proses keberangkatan sekaligus mengurangi kelelahan jemaah.

Selain itu, kartu Nusuk juga telah dibagikan dan diaktifkan sejak di embarkasi.

Acara pelepasan ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah Saiful Mujab, jajaran penyelenggara haji, perwakilan pemerintah daerah, serta tokoh organisasi keagamaan. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 3 dari 3

Artikel Selanjutnya

WhatsApp Image 2026-04-27 at 13.38.02
Regional • 22 April 2026

Heri Pudyatmoko Dorong Kesenian Tradisional Lebih Adaptif Tanpa Hilangkan Nilai Kearifan Lokal

Rekomendasi Redaksi