“Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perjalanan ibadah haji berlangsung cukup panjang, sekitar 40 hari, sehingga kesiapan fisik harus benar-benar diperhatikan sejak awal keberangkatan.
“Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” kata dia.
Selain itu, ia juga meminta para jemaah menjaga sikap selama berada di Tanah Suci, agar tetap mencerminkan citra baik jemaah Indonesia yang dikenal tertib dan santun.
“Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait kelayakan kesehatan jemaah, baik fisik maupun mental, sebelum keberangkatan.
“Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha’ah dari seluruh jemaah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kondisi jemaah pada kloter pertama dalam keadaan aman.
Sementara pada kloter kedua terdapat dua jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, dan pada kloter ketiga dua jemaah diistirahatkan serta satu lainnya masih dalam pengawasan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta membatalkan keberangkatan, karena keputusan akhir ditentukan melalui pemeriksaan lanjutan oleh tim medis yang siaga selama 24 jam.