Melihat pencapaian tersebut, Taj Yasin meminta Biro Kesejahteraan Rakyat Jateng rutin mengevaluasi 61 Desa Dampingan OPD di Jawa Tengah.
Ia menegaskan, pendampingan desa harus mampu membangun kemandirian masyarakat, bukan sekadar menyalurkan bantuan.
"Yang mengalami kesulitan nanti kita ajak keliling ke desa-desa, supaya mereka punya gambaran bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki," tegasnya.
Dampak dari pengembangan potensi desa ini terbukti mendongkrak ekonomi warga. Wakil Rektor UNS, Dodi Aryawan, menjelaskan bahwa program pendampingan dari Juni hingga November 2025 telah menarik ratusan wisatawan ke museum.
Pendapatan museum melonjak dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta, sementara penjualan pisau hasil pande besi meningkat dari Rp735 ribu menjadi Rp6,9 juta.
Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utama, menyambut baik dukungan dari Pemprov Jateng.
"Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemajuan Desa Kranggan, sehingga semakin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam rangkaian kunjungannya, Wakil Gubernur turut meninjau peternakan ayam milik BUMDes, Museum Besalen Koripan, serta sejumlah stan pelayanan publik seperti layanan Adminduk, Samsat, perpustakaan, hingga fasilitasi sertifikasi halal.
Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan berupa satu ton beras untuk warga kurang mampu, kursi roda untuk disabilitas, dan bibit tanaman. (*)