KONTENSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta aktivis mahasiswa tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah dengan menyampaikan kritik secara konstruktif.
Menurutnya, kritik perlu dibangun berdasarkan pemahaman persoalan, konsep yang jelas, serta dikawal hingga menghasilkan tindak lanjut.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi ketika menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) XXXII Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok yang dapat mendorong perubahan. Karena itu, energi dan kekuatan mahasiswa perlu diarahkan untuk kegiatan yang memberikan dampak positif.
“Mahasiswa mempunyai energi lebih. Energi itu harus digunakan untuk hal-hal yang konstruktif,” kata dia.
Luthfi mengatakan fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan tidak hanya diwujudkan dengan mengkritik kebijakan pemerintah.
Aspirasi yang disampaikan juga harus didukung kemampuan memahami persoalan serta komunikasi publik yang baik agar pesan dapat diterima secara tepat.
Menurutnya, kritik maupun pendapat yang disampaikan mahasiswa perlu memiliki dasar data dan pemahaman yang cukup.
Hal tersebut penting agar aspirasi yang diperjuangkan tetap berada pada konteks persoalan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Jadi, di situ ada komunikasi publik yang harus disampaikan oleh rekan-rekan, oleh sahabat-sahabat mahasiswa, agar pesannya sampai,” tegasnya.