“Tantangan bagi para petugas seringkali adalah menjadi tempat berbagi cerita dan sandaran bagi mereka yang sedang rapuh. Ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai pegawai, tetapi juga menjalankan peran kemanusiaan yang sangat mulia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang, Ade Agustina, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota Semarang terhadap proses pembinaan warga binaan.
Ia menuturkan bahwa suasana kebersamaan dan toleransi di lingkungan lapas terus dijaga sebagai bagian penting dari pendekatan pembinaan yang humanis.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi hal yang sangat penting. Karena itu kami, baik warga binaan maupun pegawai, sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah agar dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Ade.
Melalui kegiatan tarawih keliling ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat Ramadan dapat menjadi ruang refleksi, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan harapan bagi setiap orang untuk terus melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. (*)