Tidak hanya fokus pada kondisi darurat, Pemkot Semarang juga mulai merancang langkah jangka panjang.
Penguatan struktur tanah seperti pembangunan talud dan bronjong akan diusulkan di titik rawan guna mencegah longsor susulan serta memberikan rasa aman bagi warga ke depan.
Seluruh perangkat daerah diminta tetap siaga dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, kebutuhan terpenuhi, dan ada kepastian bahwa penanganan ini terus berjalan,” pungkas Agustina.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Sabar Wahyudi, menyampaikan bahwa warga terdampak telah dievakuasi secara bertahap setelah kondisi memburuk.
“Setelah kejadian itu, warga yang terdampak langsung kami ungsikan satu per satu. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelasnya. (*)