Untuk menghadapinya, Agustina mendorong generasi muda agar mencintai dan menggunakan produk lokal. Ia mencontohkan masalah ketergantungan terhadap benih bayam dan padi dari luar yang dapat mengancam kedaulatan pangan.
“Inilah yang harus ditanamkan kepada anak-anak sekarang: cintai produk lokal. Kemandirian pangan adalah benteng untuk melawan penjajahan ekonomi,” tegasnya.
Agustina berharap anggota Paskibraka tidak hanya menjadi pengibar Sang Saka Merah Putih, tetapi juga pembawa semangat nasionalisme.
Ia bahkan mengajak anak-anak muda untuk belajar membuat benih padi secara alami, seperti yang dilakukan nenek moyang, agar bangsa tidak lagi bergantung pada benih pabrikan.
“Mari secara perlahan melepaskan diri dari ketergantungan benih. Itulah nasionalisme menurut saya,” tutupnya.