Ia justru menjadikan pencapaian tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan kemampuan agar dapat kembali meraih prestasi pada kompetisi berikutnya.
Ainun mengaku masih memiliki keinginan untuk terus berkompetisi, baik pada tingkat provinsi maupun nasional.
“Target selanjutnya terus berprestasi di ajang provinsi maupun nasional, tetap latihan. Ini bukan akhir, tapi baru awal untuk kita melaju ke depan,” ungkapnya.
Baginya, keberhasilan pada Porprov tahun ini menjadi bagian dari proses panjang untuk mengembangkan kemampuan sebagai atlet panjat tebing.
Ranu Artanapurna Tekuni Panjat Tebing Sejak Sekolah Dasar
Semangat serupa dirasakan Ranu Artanapurna yang menjadi pasangan Ainun dalam pertandingan nomor lead tim campuran.
Atlet berusia 17 tahun tersebut mengaku telah mengenal dan menekuni olahraga panjat tebing sejak duduk di bangku kelas V atau VI sekolah dasar.
Ketertarikannya terhadap cabang olahraga tersebut terus berlanjut hingga akhirnya mendapatkan kesempatan mewakili Kabupaten Pemalang dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Untuk menghadapi kompetisi tahun ini, Ranu telah menjalani persiapan sejak tahun sebelumnya.
Proses latihan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kemampuan menghadapi persaingan dengan atlet dari daerah lain.
Kerja keras yang dijalaninya membuahkan hasil setelah bersama Ainun berhasil meraih medali emas.