Materi pertama membahas beasiswa USM dan disampaikan Fahrudin Ahmad, S.Si., M.Si. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai skema beasiswa, hak, serta kewajiban yang harus dipenuhi selama menjadi penerima bantuan pendidikan.
Selanjutnya, Dr. Soiful Hadi, S.T., M.Kom., memberikan materi mengenai organisasi mahasiswa. Peserta didorong untuk aktif dalam kegiatan perkuliahan sekaligus organisasi kemahasiswaan karena pengalaman berorganisasi dinilai dapat memperluas jejaring dan memberikan bekal bagi masa depan.
Perwakilan Formakip juga turut memperkenalkan forum tersebut, termasuk peran, kegiatan, dan berbagai manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa melalui keterlibatan di dalamnya.
Pada sesi kewirausahaan, Dr. Ir. H. Damar Sasongko, M.MT., mengajak peserta mengembangkan pola pikir kreatif dan mampu membaca peluang. Mahasiswa didorong untuk memiliki orientasi tidak hanya sebagai pencari pekerjaan, tetapi juga sebagai calon pencipta lapangan kerja.
Sementara itu, materi karakter yang disampaikan Andi Jatmiko menyoroti pentingnya integritas, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari pembentukan kepribadian mahasiswa.
Peserta juga mendapatkan motivasi dari Berlian Reza, S.T., yang membagikan pengalaman perjalanan hidup serta berbagai tantangan yang pernah dihadapinya.
Cerita tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk tetap berusaha dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.
Rangkaian materi kemudian ditutup oleh Anas Maghfuri, S.T., M.T. Ia mengajak mahasiswa mulai menyusun rencana masa depan, menentukan tujuan secara jelas, sekaligus mempersiapkan kemampuan untuk menghadapi persaingan di dunia kerja.
Melalui Character Building 2026, USM berharap para penerima beasiswa dapat berkembang menjadi mahasiswa yang berkarakter, aktif, mandiri, dan memiliki daya saing.
Mereka juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya, menjaga nama baik almamater, serta menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam bentuk prestasi dan perilaku positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. (*)