Pembahasan turut mencakup konsep risk and return atau hubungan antara risiko dan potensi keuntungan. Melalui materi ini, siswa diajak memahami bahwa setiap investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda dan potensi keuntungan tidak dapat dipisahkan dari kemungkinan kerugian.
Pengetahuan tersebut diharapkan membuat siswa lebih waspada terhadap penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa penjelasan risiko yang memadai.
Selain memahami instrumen investasi, peserta juga dibekali cara mengenali penawaran investasi yang berpotensi merugikan serta pentingnya memeriksa kredibilitas sumber informasi sebelum mengambil keputusan.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Tim pengabdian juga mengadakan tes sebelum dan sesudah kegiatan (pre-test dan post-test) untuk mengukur perubahan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti program edukasi keuangan tersebut. Nilai rata-rata siswa yang semula 93,62 pada pre-test naik menjadi 99,26 pada post-test.
Peningkatan terbesar terlihat pada pemahaman mengenai instrumen investasi pasar modal, yang tercatat naik sebesar 17,58 persen.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengenalan investasi sejak usia sekolah dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pengetahuan generasi muda mengenai pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan finansial.
Polines berharap materi yang diberikan dapat diterapkan siswa SMAN 3 Salatiga dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diharapkan tidak hanya mengenal berbagai jenis investasi, tetapi juga mampu menilai informasi secara kritis dan mempertimbangkan risiko sebelum menentukan pilihan.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, Polines turut berupaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar.
Pembekalan sejak dini diharapkan membantu generasi muda menghadapi perkembangan layanan keuangan digital serta mengambil keputusan ekonomi secara rasional dan bertanggung jawab. (*)