Dari sisi ekonomi, harga jagung saat ini dinilai berada dalam kondisi yang cukup baik bagi petani.
Frans menyebut harga jagung pipilan berada pada kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram. Namun, besaran harga tetap dipengaruhi oleh tingkat kadar air jagung.
Ia menjelaskan, komoditas jagung memiliki pasar yang kuat karena menjadi salah satu bahan penting untuk kebutuhan industri pakan.
Karena itu, peningkatan produksi juga perlu diiringi dengan pengelolaan pascapanen dan penyerapan hasil produksi agar petani dapat memperoleh nilai tambah.
Dengan produksi yang terus dijaga melalui penguatan irigasi, dukungan benih, alat mesin pertanian, ketersediaan pupuk, serta pengelolaan pascapanen, posisi Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan nasional terus diperkuat. (*)