Konten Semarang
Semarang

Dinkes Semarang Tegaskan Influenza A Bukan Selalu Super Flu, Diagnosis Perlu PCR

Dinkes Semarang menegaskan Influenza A tidak sama dengan super flu dan diagnosis H3N2 super clade K harus melalui pemeriksaan laboratorium.

Dinkes Semarang Tegaskan Influenza A Bukan Selalu Super Flu, Diagnosis Perlu PCR
Dinkes Semarang Tegaskan Influenza A Bukan Selalu Super Flu, Diagnosis Perlu PCR

KONTENSEMARANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Semarang meminta masyarakat tidak berlebihan menyikapi meningkatnya aktivitas influenza dalam beberapa waktu terakhir. Dinkes menegaskan, temuan Influenza A tidak serta-merta menunjukkan seseorang terjangkit “super flu”.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan pemantauan terhadap perkembangan influenza terus dilakukan melalui sistem surveilans dan laporan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Hakam menjelaskan, Influenza A merupakan kelompok virus yang telah lama beredar. Sementara istilah “super flu” yang belakangan banyak diperbincangkan merujuk pada Influenza A H3N2 yang dikaitkan dengan super clade K.

“Influenza A itu tidak identik dengan super flu. Itu berbeda. Super flu merujuk pada Influenza A H3N2 super clade K,” kata Hakam.

Ia menyebut aktivitas influenza secara nasional memang menunjukkan peningkatan, termasuk di Semarang. Namun, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan bahwa gejala flu yang dialami merupakan “super flu”.

Gejala Influenza A maupun jenis influenza lainnya dapat menyerupai satu sama lain, seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, dan tubuh terasa lemah.

“Memang secara nasional peningkatan aktivitas flu terjadi, termasuk di Kota Semarang. Gejalanya sama, sehingga masyarakat tetap harus waspada, tetapi tidak perlu panik,” ujarnya.

Hakam mengimbau warga yang mengalami gejala influenza untuk memperbanyak istirahat dan membatasi kontak dengan orang lain. Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Kalau sudah mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot dan badan lemah, harus istirahat. Kurangi kontak dengan orang lain dan gunakan masker,” katanya.

Apabila kondisi tidak membaik, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya penanganan lanjutan, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

Kebakaran TPA Jatibarang Jadi Sorotan, Gas Metana dan Sampah Tak Terkelola
Semarang • 02 Oktober 2026

Kebakaran TPA Jatibarang Jadi Sorotan, Gas Metana dan Sampah Tak Terkelola

Rekomendasi Redaksi