“Doakan saja Kota Semarang kembali menjadi juara umum. Juara umum dengan perolehan medali terbanyak,” tegas Agustina.
Ia juga menekankan bahwa pencapaian atlet perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Untuk itu, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan anggaran bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi dalam kompetisi tersebut.
Tidak hanya memberikan bonus, Pemkot Semarang juga memperhatikan perlindungan bagi para atlet melalui dukungan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan olahraga yang berkesinambungan sekaligus memberikan rasa aman kepada atlet saat berkompetisi.
Di tengah persiapan menyambut pembukaan Porprov, Agustina menyampaikan rasa duka atas meninggalnya seorang atlet asal Kabupaten Jepara saat mengikuti rangkaian pertandingan Porprov Jateng 2026.
Ia berharap perjuangan atlet tersebut dalam meraih prestasi dapat dikenang, sementara keluarga yang ditinggalkan serta rekan-rekan atlet dari Kabupaten Jepara diberikan ketabahan menghadapi kehilangan tersebut.
“Atas nama warga Kota Semarang, kami menyampaikan turut berduka. Mudah-mudahan almarhum dikenang karena gugur dalam proses berjuang meraih prestasi, serta keluarga yang ditinggalkan maupun seluruh atlet Kabupaten Jepara diberikan ketabahan,” ucapnya.
Agustina berharap seluruh rangkaian Porprov Jawa Tengah XVII/2026 berlangsung aman dan tetap mengedepankan nilai-nilai sportivitas. Ia juga ingin Semarang mampu menjalankan perannya sebagai tuan rumah yang ramah sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik sebagai kontingen peserta.
Kedatangan kirab Api Mrapen di Kota Semarang menjadi salah satu penanda dimulainya rangkaian penting Porprov Jateng 2026. Semangat yang dibawa melalui kirab tersebut diharapkan terus terjaga hingga seluruh pertandingan selesai dan menghasilkan prestasi membanggakan bagi Jawa Tengah. (*)