KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang menambah anggaran untuk Program Perjalanan Keagamaan pada 2026. Tahun ini, dana yang disiapkan mencapai Rp7,74 miliar untuk membiayai 215 paket perjalanan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
Besaran anggaran tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan program serupa pada 2025. Pada tahun lalu, Pemkot Semarang mengalokasikan Rp3,54 miliar untuk 151 paket perjalanan keagamaan.
Pelaksanaan program tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Bantuan Biaya Perjalanan Keagamaan. Ketentuan tersebut menjadi dasar pemberian fasilitasi perjalanan keagamaan kepada masyarakat.
Untuk 2026, pemberangkatan peserta dibagi menjadi dua gelombang. Tahap pertama telah dilaksanakan dengan melepas 108 peserta dari Balai Kota Semarang pada Selasa (29/9/2026).
Sedangkan 107 peserta lainnya akan diberangkatkan dalam tahap kedua yang direncanakan berlangsung menjelang akhir 2026. Peserta program berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria penerima fasilitasi.
Mereka antara lain tokoh agama, tenaga pendidik keagamaan, pengurus tempat ibadah, hingga anak muda berprestasi. Penerima juga mencakup sejumlah pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025.
Pada gelombang pertama, fasilitasi perjalanan diberikan kepada peserta dari lima agama. Rinciannya, 78 umat Islam memperoleh kesempatan menjalankan ibadah umrah, sedangkan 15 peserta Katolik dan 10 peserta Kristen mengikuti perjalanan religi dengan tujuan tujuh gereja di Turki.
Sementara itu, tiga peserta Hindu dan dua peserta Buddha mendapatkan fasilitas perjalanan ke India. Program tersebut dirancang sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, program tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Pemkot Semarang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menjalankan perjalanan keagamaan.
Saat melepas keberangkatan tahap pertama, Agustina mengingatkan para peserta agar menjaga kondisi tubuh selama perjalanan. Ia juga meminta mereka turut menjaga citra positif Kota Semarang ketika berada di luar daerah maupun luar negeri.