Sejarah tersebut dikemas melalui tampilan visual sehingga lebih mudah dinikmati masyarakat, khususnya generasi muda.
Semangat kebersamaan juga terlihat dalam kegiatan sosial yang menjadi bagian dari Mooncake Festival 2026. Agustina turut menyerahkan paket sembako dan nasi kotak kepada warga di sekitar Kelenteng Tay Kak Sie.
Suasana kebersamaan kemudian berlanjut melalui tradisi Tok Panjang. Tradisi tersebut berupa jamuan makan bersama yang mempertemukan warga, pengurus kelenteng, dan jajaran pemerintah dalam satu meja.
"Tok Panjang adalah tradisi jamuan yang dinikmati bersama. Hidangannya juga tidak boleh terlalu banyak, karena justru hidangan inilah yang akan membuat kita bercerita dan berbincang," ujar Agustina.
Ketua Panitia Mooncake Festival 2026 sekaligus Ketua Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie, Tanto Hermawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
"Kue bulan yang berbentuk bulat melambangkan keutuhan dan persatuan, semangat yang kami harapkan dapat terus kami jaga dalam kerukunan, keharmonisan, dan kebersamaan," kata Tanto.
Mooncake Festival 2026 digelar melalui semangat gotong royong Sahabat Tionghoa Kota Semarang dan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). (*)