Integrasi ini memungkinkan pemantauan serta pengelolaan penerangan jalan dilakukan dalam satu sistem terpadu.
Dengan dukungan teknologi tersebut, petugas dapat memperoleh informasi mengenai kondisi lampu jalan secara lebih mudah. Data yang tersedia juga membantu menentukan langkah penanganan ketika ditemukan gangguan pada fasilitas penerangan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Mulyadi, menyampaikan bahwa SMART dikembangkan untuk membuat pengelolaan PJU lebih terukur dan tanggap terhadap permasalahan di lapangan.
“Dengan kehadiran SMART (Sistem Manajemen Real Time) untuk pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Semarang, pemantauan kondisi PJU menjadi lebih mudah, sehingga penanganan gangguan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” ujar Mulyadi, dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, keterhubungan data dengan ATCS juga berpotensi meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperbaiki mutu pelayanan penerangan jalan bagi masyarakat.
Pada tahap awal, Dishub Kota Semarang menerapkan SMART di tiga ruas jalan utama, yaitu Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, dan Jalan Ahmad Yani. Ketiga lokasi tersebut menjadi percontohan pengelolaan PJU dengan sistem pemantauan digital yang terintegrasi.
“Dengan demikian, pelayanan PJU di ruas Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, dan Jalan Ahmad Yani diharapkan semakin optimal serta dapat mendukung keamanan, keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas bagi masyarakat,” jelas Mulyadi.
Pemerintah Kota Semarang berharap penerapan SMART dapat meningkatkan kecepatan respons petugas terhadap gangguan penerangan jalan. Sistem ini juga ditujukan untuk mendorong penggunaan energi yang lebih efisien serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Peluncuran inovasi tersebut menjadi salah satu langkah Dishub Kota Semarang dalam memperluas transformasi digital pelayanan publik.
Melalui pengelolaan yang semakin modern dan terintegrasi, pelayanan penerangan jalan diharapkan lebih optimal serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)