“Yang paling dekat dengan warga adalah para RT, para RW,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.
Selain memperkuat pendataan perlindungan sosial, Pemkot Semarang juga mendorong pemerataan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat Terintegrasi di Semarang saat ini menampung 356 siswa, yang terdiri atas 86 siswa rintisan dan 270 siswa angkatan 2026.
Berada di kawasan Purwosari, sekolah tersebut menempati lahan seluas 6,5 hektare dengan fasilitas berupa ruang kelas, asrama, aula, tempat ibadah, dan lapangan.
Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan, tidak bersekolah, maupun terpaksa berhenti belajar.
Melalui program ini, pemerintah berupaya membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan sekaligus mendorong pemutusan rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga berbincang dengan Aira Putri Meiarti, siswi asal Tegalsari, Kota Semarang. Aira menyampaikan kegembiraannya karena mendapat kesempatan belajar di Sekolah Rakyat. Ia pun memiliki cita-cita menjadi guru taman kanak-kanak.
Agustina berharap, penguatan Agen Perlinsos yang melibatkan pengurus RT dan RW dapat berjalan seiring dengan perluasan akses pendidikan.
Dengan pendataan warga yang lebih akurat dan kesempatan belajar yang semakin terbuka, pemerintah diharapkan mampu menjangkau keluarga rentan sekaligus memberikan peluang bagi anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik. (*)