Konten Semarang
Semarang

Pemkot Semarang Siram Jalan Sekitar TPA Jatibarang untuk Tekan Dampak Kebakaran

Pemkot Semarang menyiram jalan di sekitar TPA Jatibarang untuk menekan debu dan asap, sekaligus melindungi kesehatan warga terdampak.

Pemkot Semarang Siram Jalan Sekitar TPA Jatibarang untuk Tekan Dampak Kebakaran
Pemkot Semarang Siram Jalan Sekitar TPA Jatibarang untuk Tekan Dampak Kebakaran

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang melakukan penyiraman sejumlah ruas jalan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang untuk mengurangi paparan debu dan asap kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan menyusul kebakaran yang masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Kebakaran TPA Jatibarang yang terjadi sejak Rabu (30/9/2026) malam telah berhasil dikendalikan hingga sebagian besar titik api. Meski demikian, proses pendinginan dan pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan bara tidak kembali memicu kebakaran.

Penyiraman jalan menjadi salah satu upaya Pemkot Semarang dalam mengendalikan dampak kebakaran di kawasan permukiman. Air disemprotkan secara berkala untuk menjaga debu di permukaan jalan agar tidak kembali beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun angin.

Langkah tersebut juga berkaitan dengan potensi kandungan berbahaya dari debu sisa pembakaran sampah. Partikel halus PM2,5, PAH, karbon hitam, hingga logam berat dapat ikut terbawa dan berisiko mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan dan kardiovaskular.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan penanganan kebakaran tidak berhenti setelah titik api utama berhasil dikendalikan. Menurutnya, perlindungan terhadap warga yang berada di sekitar lokasi juga menjadi bagian penting dalam proses penanganan.

“Kami bergerak cepat setelah titik api utama di TPA Jatibarang berhasil dikendalikan hingga 93 persen. Namun langkah penanganan tidak boleh berhenti di situ. Ada tiga hal yang harus kita pastikan bersama; pemadaman tuntas hingga titik asap hilang, pencegahan timbulnya titik api baru, dan yang paling krusial adalah melindungi kesehatan masyarakat dari dampak debu serta asap,” tegas Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Selasa, 6 Oktober 2026.

Penyiraman dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dengan mengerahkan puluhan personel dan armada tangki. Operasi tersebut melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Kodim.

Kegiatan di lapangan turut dipantau Sekretaris Daerah Kota Semarang, jajaran asisten sekda, serta pimpinan organisasi perangkat daerah teknis yang terlibat dalam penanganan dampak kebakaran.

Ada lima jalur utama di kawasan permukiman yang menjadi sasaran penyiraman. Salah satunya berada di Jalan Untung Suropati, mulai dari kawasan Muradi hingga SMAN 7 Semarang, kemudian dilanjutkan dari SMAN 7 menuju SDN Ngaliyan 04 sampai kawasan Perumahan Luxury Grand.

Penyiraman juga dilakukan dari pertigaan Panjangan menuju SD Marsudirini Mayangsari Kalipancur. Jalur lainnya mencakup Jalan Gatot Subroto kawasan Klampisan, dari pertigaan Pasadena ke arah utara hingga lampu merah Purwoyoso, serta rute dari kawasan Sam Poo Kong menuju Kalipancur.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

Dishub Semarang Edukasi Siswa SD Al Irsyad, Waspadai Bahaya Perlintasan Kereta
Semarang • 06 Oktober 2026

Dishub Semarang Edukasi Siswa SD Al Irsyad, Waspadai Bahaya Perlintasan Kereta

Rekomendasi Redaksi