Kegiatan ini menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi trigger (pemacu) untuk mempertemukan antara yang memproduksi dengan yang membutuhkan. Harapannya transaksi tidak hanya terjadi selama kegiatan ini, tetapi juga berlanjut setelah Ramadan,” kata Sumarno.
Ketua Umum APJI Pusat, Tashya Megananda Yukki, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem usaha kuliner sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha mempromosikan produknya.
“Anggota APJI saat ini sudah lebih dari 3.000 orangm ini yang tersebar di 28 provinsi, bahkan sebagian di antaranya berada di United Kingdom, Netherlands, dan Australia,” katanya.
Selain aktivitas ekonomi, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai layanan sosial bagi masyarakat, seperti layanan potong rambut gratis, layanan kesehatan gratis, serta penyaluran santunan kepada anak yatim melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan peresmian sekretariat dan creative hub bagi sejumlah organisasi, antara lain APJI Jawa Tengah, Gekrafs Jawa Tengah, dan Zilenial Jawa Tengah yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif di daerah. (*)