Luthfi menegaskan bahwa penyaluran BLT ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja di industri hasil tembakau.
"Ini untuk meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat. Bisa buat beli kebutuhan pangan atau kebutuhan sekolah anak. Ini hak masyarakat (pekerja industri hasil tembakau) yang harus diberikan oleh pemerintah," jelasnya.
Program ini disambut positif oleh para pekerja. Wiwin Winarni, pekerja PT Djarum asal Demak, mengaku uang tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pokok harian keluarganya.
"Semoga tahun depan bisa seperti tahun kemarin, tahun kemarin itu dapat dua kali jumlahnya Rp1,2 juta," ujar pekerja yang telah mengabdi selama enam tahun tersebut.
Bantuan ini juga dirasakan manfaatnya menjelang tahun ajaran baru pendidikan. Siti Zulaikah, buruh pengepakan asal Pati yang sudah bekerja selama 26 tahun, menggunakan BLT tersebut untuk kebutuhan pendidikan anak-anaknya.
"Ini nanti dibuat beli peralatan sekolah, ini kan sudah mau kenaikan kelas. Anak minta sepatu, tas, dan lainnya. Anak dua, kelas 5 SD dan 3 SMA," ujar Zulaikah. (*)