Konten Semarang
Semarang

Agustina Paparkan Enam Pilar Pendidikan untuk Wujudkan Semarang Kota Inklusif dan Berkualitas

Agustina paparkan enam pilar pendidikan untuk wujudkan Semarang sebagai kota inklusif dan berkualitas di ajang ISET 2025.

Pilar kelima yang ditekankan Agustina adalah kesetaraan dalam pendidikan. Ia menginginkan agar seluruh sekolah menerima siswa berkebutuhan khusus dan menerapkan kurikulum yang adil dan ramah gender. 

Contohnya, dengan memberikan kesempatan yang sama kepada siswa perempuan untuk menjadi petugas upacara.

Pada pilar terakhir, ia menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis teknologi. 

Program pelatihan seperti pembelajaran digital (deaf learning), coding, dan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi bagian dari agenda prioritas dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Agustina juga mendorong kolaborasi aktif antara pemerintah, lembaga pendidikan, pelatihan, universitas, dan mitra pembangunan daerah guna mengembangkan sistem pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Pendidikan yang berkualitas tidak boleh hanya menjadi wacana. Ini adalah fondasi utama untuk membentuk generasi yang unggul, berdaya saing, dan mampu memajukan Kota Semarang. Mari kita bergerak bersama menuju masa depan yang lebih adil dan cerah,” tegasnya.

Sebagai informasi, Pemkot Semarang telah menggulirkan sejumlah program unggulan untuk membangun generasi emas, di antaranya:

* Gerbang Harapan, program adopsi sosial antara anak asuh dan orangtua asuh dari keluarga rentan.
* Sekolah Swasta Gratis, sebagai langkah pemerataan akses pendidikan.
* Beasiswa Miskin dan Berprestasi, bagi siswa SD hingga mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang memiliki prestasi.
* Beasiswa Anak Petani dan Nelayan, bentuk dukungan kepada komunitas agraris dan pesisir.
* Pembebasan Ijazah Tertahan, untuk membantu siswa swasta yang mengalami kendala administrasi pasca kelulusan.

Dengan berbagai langkah ini, Kota Semarang berharap mampu menjadi kota yang unggul dalam sistem pendidikan dan menjadi rujukan nasional dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkeadilan.

Halaman 2 dari 2