KONTENSEMARANG.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang melakukan realokasi anggaran sekitar Rp200 miliar pada tahun 2026 guna mempercepat perbaikan jalan provinsi yang mengalami kerusakan.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam sektor DPRD Jateng yang selama ini mendorong peningkatan kualitas layanan publik dan pembangunan daerah.
Percepatan penanganan kerusakan jalan tersebut dilakukan melalui penyusunan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).
Dengan mekanisme ini, proses pergeseran anggaran dapat segera dijalankan tanpa harus menunggu pembahasan APBD Perubahan yang baru dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat program Perbaikan Jalan yang mendesak di berbagai wilayah.
Menurut Saleh, kebijakan yang ditempuh pemerintah daerah mencerminkan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menilai keberadaan infrastruktur jalan yang layak memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga sekaligus menjadi penggerak aktivitas ekonomi daerah.
“Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa percepatan perbaikan jalan memang perlu menjadi prioritas, terutama pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan berat dan telah lama menjadi keluhan masyarakat.
Salah satu yang mendapat perhatian publik adalah ruas jalan Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora yang sempat viral karena kondisi kerusakannya.
“Prioritas perbaikan pada ruas jalan yang rusak berat sudah tepat karena manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat,” tegas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.