"Jalan harus segera dibikin. Teknisnya nanti didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten, nanti kita (provinsi) intervensi saja. Kabupaten menyiapkan alternatif apa, provinsi melakukan apa," kata Luthfi saat memberikan arahan dalam rapat tindak lanjut penanganan longsor di Desa Cilibur.
Selain penanganan jalan, Luthfi juga meminta percepatan perbaikan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan yang terdampak bencana.
Longsor mengakibatkan bangunan kamar mandi roboh dan sejumlah bagian gedung sekolah terancam runtuh.
Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan ke Gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah Desa Cilibur yang berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari lokasi longsor.
"Jadi anak-anak sekolah tidak boleh berhenti. Kepala sekolah segera lapor ke dinas mengenai kurangnya apa. Meskipun SMP kewajiban bupati, nanti provinsi akan ikut bantu," katanya.
Ia juga meminta agar rencana relokasi SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan dapat segera diproses mengingat kegiatan belajar mengajar tidak dapat menunggu terlalu lama.
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyebutkan terdapat dua alternatif penanganan jalan yang rusak akibat longsor.
Pertama, merelokasi jalur jalan dengan memanfaatkan tanah bengkok. Kedua, tetap menggunakan jalur yang ada dengan membangun talud atau penahan tebing sungai yang longsor.
"Untuk alternatif kedua, kita akan membongkar gedung paling depan guna membuka akses jalan, setelah itu tinggal menangani di tikungan jalan. Nanti akan dikoordinasikan lagi dengan Dinas Kabupaten," katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal meskipun sementara dipindahkan ke gedung Madrasah Diniyah milik Muhammadiyah yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi bencana.