KONTENSEMARANG.COM – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menyambut penambahan rute penerbangan baru yang menghubungkan Semarang dan Jakarta pulang-pergi (PP). Rute tersebut dilayani Super Air Jet mulai 26 Agustus 2026 dengan frekuensi penerbangan setiap hari.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menyambut positif penambahan rute yang dioperasikan maskapai berkonsep Low-Cost Carrier (LCC) tersebut.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan penerbangan baru ini memberikan tambahan pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan udara antara Jakarta dan Semarang.
“Penambahan rute penerbangan ini berlaku mulai 26 Agustus 2026 meliputi penerbangan Jakarta (CGK)-Semarang (SRG) dengan jadwal keberangkatan pukul 12.10 WIB dan tiba pukul 13.20 WIB. Selain itu, terdapat rute Semarang (SRG)-Jakarta (CGK) yang berangkat pukul 14.00 WIB, serta tiba pukul 15.10 WIB,” ujar General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto.
Menurut Sulistyo, penerbangan tersebut tersedia setiap hari sehingga masyarakat memiliki alternatif waktu perjalanan yang lebih beragam dengan layanan penerbangan yang terjangkau.
“Jadwal penerbangan tersebut tersedia setiap hari, sehingga kini terdapat lebih banyak pilihan waktu penerbangan dengan harga yang terjangkau, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” imbuh Sulistyo.
Penambahan layanan penerbangan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas udara antara Jakarta dan Jawa Tengah. Kehadiran rute harian juga diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat dari kedua wilayah.
Sulistyo menyebut konektivitas tersebut dapat mendukung berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari aktivitas bisnis, pariwisata, hingga kunjungan keluarga.
Dengan bertambahnya rute penerbangan, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang terus memperkuat perannya sebagai salah satu pintu gerbang utama Jawa Tengah.
Peningkatan konektivitas udara tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kota Semarang maupun daerah-daerah di sekitarnya. (*)