Penanganan banjir dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah kelurahan, dunia usaha, serta masyarakat melalui program kelurahan siaga bencana dan kelurahan tangguh bencana. BPBD juga terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BNPB, dan BMKG guna memantau potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan.
Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dan genangan di sejumlah titik mulai berangsur surut.
Di sisi lain, Dinas Sosial Kota Semarang turut menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak di Perumahan Dinar Mas dan Rowosari. Bantuan tersebut meliputi selimut, kasur, makanan ringan, pakaian bayi, perlengkapan mandi, air mineral, terpal, hingga 1.200 nasi bungkus per hari.
Pemerintah Kota Semarang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.