Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M.
Ia menegaskan bahwa kemajuan kota harus berjalan beriringan dengan jaminan perlindungan dan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak.
“Anak-anak Kota Semarang adalah masa depan kita. Mereka harus tumbuh sehat, cerdas, memiliki karakter yang kuat, dan berada dalam lingkungan yang mampu melindungi mereka dari berbagai ancaman, termasuk narkoba. Karena itu, pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas BNN atau pemerintah,” ujar Agustina.
Agustina juga mengapresiasi kehadiran para Sobat Bersinar dan berharap semangat positif mereka dapat menyebar luas untuk menciptakan ekosistem pergaulan yang sehat.
“Saya ingin Sobat Bersinar menjadi contoh bahwa anak muda Kota Semarang bisa menjadi bagian dari solusi. Jadilah teman yang saling menjaga, saling mengingatkan, dan berani mengajak teman-temannya melakukan kegiatan positif. Jangan pernah takut mengatakan tidak terhadap narkoba,” pesannya.
Menjaga kelompok usia produktif dari narkotika menjadi tanggung jawab besar dalam rangka menyambut bonus demografi nasional.
Menurut Agustina, setiap langkah pencegahan hari ini sangat menentukan wajah Indonesia di masa mendatang.
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing. Narkoba dapat merampas seluruh potensi itu. Maka, ketika kita menyelamatkan satu anak dari narkoba, sesungguhnya kita sedang menyelamatkan satu masa depan,” tegasnya.
Sinergi yang terbangun antara BNNP Jawa Tengah, Pemkot Semarang, serta masyarakat diharapkan mampu menjadikan ANANDA BERSINAR sebagai gerakan nyata yang berkelanjutan.
Dimulai dari satu langkah berani di Semarang, kolaborasi ini membawa misi besar untuk menjaga masa depan dan mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang bersih dari narkoba. (*)