Dalam konteks kebijakan daerah, Heri menilai adaptasi sektor pendidikan terhadap perubahan iklim perlu masuk dalam perencanaan pembangunan, termasuk dalam penganggaran.ย
Hal ini mencakup perawatan gedung sekolah, sistem drainase lingkungan sekolah, hingga skema pembelajaran alternatif ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
โPendidikan tidak boleh menjadi korban dari situasi yang sebenarnya bisa diantisipasi. Adaptasi itu bagian dari tanggung jawab kebijakan,โ kata Heri.
Selain aspek teknis, Heri juga menekankan dimensi psikososial anak. Gangguan sekolah akibat bencana atau cuaca ekstrem, menurutnya, dapat berdampak pada kondisi mental dan motivasi belajar siswa jika tidak ditangani dengan baik.
Ia berharap, ke depan, sistem pendidikan di Jawa Tengah semakin tangguh menghadapi risiko iklim, sehingga anak-anak tetap mendapatkan hak belajar secara layak dan aman.
โKetahanan pendidikan adalah bagian dari ketahanan sosial. Kalau kita ingin generasi muda kuat, sistemnya juga harus siap menghadapi perubahan,โ pungkas Heri. (*)