KONTENSEMARANG.COM – Sebanyak 64 pedagang kaki lima (PKL) kuliner yang selama ini berjualan di lingkar luar Simpang Lima Semarang akan dipindahkan ke lokasi terpusat di depan bekas E-Plaza. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang merapikan kawasan pusat kota.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang memastikan lokasi baru bagi para pedagang tersebut sudah hampir selesai dan segera dapat digunakan.
Saat ini, pembangunan lapak terpusat di depan bekas E-Plaza memasuki tahap akhir sebelum ditempati para PKL.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Aniceto Magno Da Silva mengatakan, pemindahan dilakukan agar aktivitas PKL kuliner yang sebelumnya tersebar di sepanjang lingkar luar Simpang Lima dapat terkonsentrasi di satu kawasan.
“Untuk PKL kuliner di lingkar luar Simpang Lima nanti semua akan tersentral di kawasan bekas E-Plaza. Saat ini sedang pengerjaan tahap akhir, tinggal penyelesaian instalasi listrik dan PDAM,” ujar Aniceto, Jumat 28 Agustus 2026.
Pemindahan 64 PKL tersebut ditargetkan selesai paling lambat 5 September 2026. Pemerintah menargetkan seluruh pedagang sudah menempati lokasi baru sebelum pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dimulai.
Aniceto mengapresiasi sikap para pedagang yang dinilai mendukung proses penataan. Para PKL disebut bersedia memindahkan lapak dan mengatur penempatan secara mandiri di lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
“Luar biasa, kita sangat di-support oleh para pedagang. Mereka berkomitmen untuk pindah dan mengatur penempatan sendiri yang penting Kota Semarang ini tetap aman, tertib, dan kondusif,” jelasnya.
Selain PKL kuliner, Disdag juga melakukan penataan terhadap pedagang nonkuliner yang berjualan di sekitar kawasan depan bekas Matahari di Jalan Ahmad Yani.
Sebagian besar pedagang aksesoris memilih menghentikan aktivitas berjualan sementara selama kegiatan keagamaan berlangsung.