“Misalnya kalau di toko harganya Rp3.300, di sini bisa Rp3.000. Kalau di pasar mungkin ada yang Rp2.500, di sini bisa lebih murah lagi,” katanya.
Menurutnya, penghematan beberapa ratus hingga ribuan rupiah akan terasa lebih berarti ketika masyarakat membeli berbagai kebutuhan dalam satu waktu.
Toetoet berharap kegiatan pasar murah dapat dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat, tidak hanya ketika terdapat momentum tertentu.
“Harapan saya ke depan masyarakat semakin bisa memanfaatkan pasar murah seperti ini. Semakin ramai dan semakin banyak masyarakat yang tertolong. Saya harap kegiatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya. (*)