"Harapannya nanti kembali seperti semula. Bahkan Bu Wali berharap kawasan Simpang Lima bisa menjadi lebih cantik," ujarnya.
Dalam proses revitalisasi, Pemkot Semarang juga melibatkan sektor swasta melalui peluang kolaborasi dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Pipie mengatakan Wali Kota telah menyiapkan skema kerja sama untuk mendukung penataan kawasan lingkar luar Simpang Lima.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan revitalisasi tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Sementara itu, aktivitas pembangunan tetap berjalan beriringan dengan rangkaian MTQ Nasional yang digelar di kawasan Simpang Lima.
Pemkot menyiapkan sejumlah langkah agar pekerjaan konstruksi tidak mengurangi kenyamanan dan tampilan kawasan selama kegiatan berlangsung.
Bagian kawasan yang masih dalam tahap pembangunan akan ditutup menggunakan media visual. Penutup tersebut dapat dihiasi gambar maupun informasi mengenai MTQ Nasional sehingga area proyek tetap tampak tertata.
"Karena pembangunan fisiknya masih berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MTQ, bagian yang sedang dibangun nanti mungkin akan ditutup dengan MMT. Jadi tidak terlalu terlihat sebagai area pembangunan dan bisa dihias dengan gambar-gambar terkait MTQ," kata Pipie.
Setelah seluruh rangkaian MTQ Nasional selesai, pekerjaan infrastruktur akan dilanjutkan hingga penataan kawasan Simpang Lima rampung.
Program penghijauan dan penanaman kembali pohon juga akan dilakukan setelah kondisi konstruksi memungkinkan. (*)