KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).
Pada 2026, jumlah rumah yang mendapatkan bantuan dipastikan melampaui target setelah adanya tambahan dukungan anggaran dari APBD dan pemerintah pusat.
Awalnya, Disperkim menargetkan pembangunan dan rehabilitasi 1.000 rumah layak huni sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Namun, tambahan alokasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat membuat jumlah rumah yang ditangani meningkat menjadi 2.401 unit.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan program RTLH menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Menurutnya, selama tiga tahun terakhir realisasi program tersebut selalu mencapai bahkan melampaui target yang ditetapkan.
"Dalam tiga tahun terakhir kami selalu memenuhi target pembangunan rumah layak huni yang rata-rata mencapai lebih dari 1.000 unit setiap tahun. Tahun 2026 sesuai RPJMD kami menargetkan 1.000 rumah sehat melalui APBD," ujar Murni.
Murni yang akrab disapa Pipie menambahkan, besaran bantuan pembangunan rumah tahun ini juga mengalami kenaikan.
Jika sebelumnya setiap unit memperoleh bantuan Rp20 juta, kini meningkat menjadi Rp30 juta hingga Rp35 juta per rumah.
"Kenaikan anggaran ini dilakukan karena harga material bangunan terus meningkat sehingga biaya pembangunan juga ikut menyesuaikan," katanya.