“Dugderan diharapkan pada tahun ini menjadi lebih unik berkaitan dengan Imlek, kemudian masa puasa Pra-Paskah bagi teman-teman Kristen Katolik. Sehingga harmoni akan terjadi lebih erat dan Semarang menjadi semakin damai,” ujarnya.
Agustina optimistis suasana damai dan harmonis yang tercipta melalui tradisi ini akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan investasi di Kota Semarang. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa.
“Kami berdua bersama Pak Iswar mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman yang muslim,” pungkasnya.
Dugderan 2026 diikuti ribuan peserta dari 16 kecamatan, organisasi masyarakat, kelompok budaya, pelajar, serta komunitas seni. Rangkaian acara meliputi kirab budaya, pertunjukan seni tradisional, serta pemukulan bedug sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan sekaligus simbol persatuan dan toleransi masyarakat Kota Semarang. (*)