Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang berharap program tersebut tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi dapat menghasilkan transaksi dan keberlanjutan ekspor bagi pelaku usaha lokal.
Upaya membuka pasar internasional sebelumnya juga telah menunjukkan hasil. Pada program serupa yang dilaksanakan pada 2025, tercatat 11 UMKM Kota Semarang berhasil mengirimkan produk lokal ke pasar luar negeri.
Sejumlah produk pangan tradisional turut mencatatkan capaian ekspor tersebut, di antaranya rengginang, kue jahe, jamu jun yang merupakan minuman rempah khas Semarang, serta berbagai produk lainnya.
Dengan adanya kerja sama baru bersama calon buyer dari Mesir, Timur Tengah, India, dan negara lainnya pada 2026, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang optimistis semakin banyak produk lokal yang mampu masuk ke pasar global. (*)