KONTENSEMARANG.COM – Festival Kota Lama XV 2026 diperpanjang hingga mendekati berakhirnya rangkaian MTQ Nasional XXXI. Perpanjangan ini dilakukan agar para kafilah dan tamu yang berada di Kota Semarang memiliki waktu untuk menikmati berbagai kegiatan di kawasan Kota Lama.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan permintaan tersebut saat membuka Festival Kota Lama XV 2026.
Ia menilai padatnya agenda MTQ Nasional yang berlangsung 11–20 September membuat para kafilah memiliki waktu terbatas untuk berwisata.
“Saya meminta Festival Kota Lama diperpanjang sampai para peserta MTQ selesai menjalankan seluruh rangkaiannya. Jadwal MTQ ini rapat sekali. Kapan mereka bisa jalan-jalan melihat Festival Kota Lama?” ujar Agustina.
Panitia kemudian menindaklanjuti permintaan tersebut dengan menambah durasi pelaksanaan festival melalui sejumlah agenda tambahan. Penutupan Festival Kota Lama dijadwalkan berlangsung berdekatan dengan penutupan MTQ Nasional XXXI.
Agustina mengatakan, kesempatan bagi para kafilah untuk menikmati Kota Lama juga sesuai dengan karakter kawasan tersebut yang sejak dahulu menjadi ruang perjumpaan masyarakat.
Perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu, menurutnya, hanya menyesuaikan kebutuhan zaman tanpa menghilangkan fungsi Kota Lama sebagai tempat bertemu dan menikmati seni serta budaya.
“Sejak dulu Kota Lama ini diciptakan memang untuk sebuah perjumpaan. Perubahan-perubahan yang terjadi hanya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, tetapi keinginan, rasa, dan segala hal yang berhubungan dengan manusia di Kota Lama ini tidak berubah,” tuturnya.
Menurut Agustina, Festival Kota Lama menjadi salah satu momentum untuk kembali menghadirkan semangat perjumpaan tersebut.
Beragam unsur masyarakat, mulai dari komunitas, seniman, pelaku usaha hingga wisatawan, dapat berinteraksi melalui kegiatan seni, budaya, kuliner, dan aktivitas komunitas.
Ia juga menyinggung pengalaman kelompok Wayang Orang yang sebelumnya direncanakan tampil di Rotterdam. Meski keberangkatan mereka tidak memperoleh izin, kelompok tersebut tetap tampil sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Tidak karu-karuan perasaan saya. Tetapi yang membahagiakan adalah mereka dengan semangat gegap gembira tetap bermain sesuai dengan schedule,” katanya.
Bagi Agustina, kejadian tersebut menjadi salah satu gambaran kuat mengenai rasa memiliki masyarakat terhadap kebudayaan Kota Semarang.
“Itulah gambaran warga Kota Semarang yang gotong royong bersatu dan kemudian merasa bahwa ini adalah milik kita. Sense of belonging-nya sangat luar biasa,” ujar Agustina.
Semangat kebersamaan tersebut juga menjadi bagian dari Festival Kota Lama XV 2026 yang mengusung tema "Unity in Diversity".
Agustina menyebut keberagaman telah menjadi bagian dari perjalanan Kota Semarang yang terbentuk melalui pertemuan berbagai kelompok masyarakat, tradisi, dan kebudayaan.
Sejumlah kegiatan di kawasan Kota Lama turut mempertemukan unsur budaya masa lalu dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Salah satunya kegiatan merangkai janur yang melibatkan anak-anak untuk belajar membuat ketupat dan hiasan pengantin sekaligus mengenal filosofi di balik tradisi tersebut.
Agustina menilai keterlibatan generasi muda perlu terus diperkuat agar keberadaan Festival Kota Lama dapat berlanjut.
Menurutnya, kelestarian festival dan budaya di kawasan tersebut bergantung pada generasi yang mau mengenal, menikmati, serta memiliki kepedulian terhadap warisan yang ada.
“Anak-anak harus kita gandeng untuk bisa melihat dengan saksama, supaya ketika kita meninggalkan aktivitas dunia, Festival Kota Lama ini akan terus lestari dan ada,” tutur Agustina.
Festival Kota Lama XV 2026 kini berlangsung hingga mendekati penutupan MTQ Nasional XXXI. Beragam agenda seni, budaya, kuliner, dan komunitas disiapkan untuk memberikan pengalaman bagi kafilah dan tamu dalam mengenal Kota Semarang melalui kawasan Kota Lama. (*)