“Lingkungan hidup itu banyak sekali. Bisa soal pengelolaan sampah, saluran air, sampai menjaga kawasan lingkungan tetap sesuai dan nyaman untuk masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Agustina menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi agenda penting yang memerlukan keterlibatan seluruh lapisan, baik pemerintah maupun masyarakat.
“Ketahanan pangan merupakan urusan yang tidak hanya bisa diselesaikan di tingkat kecil di RT, tetapi membutuhkan dukungan kebijakan dari tingkat atas sampai bawah,” ungkapnya.
Agustina juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan Kota Semarang, termasuk penyesuaian regulasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota.
Kegiatan coffee morning ditutup dengan dialog santai yang mempertemukan wartawan, jajaran pemerintah kota, komunitas kreatif, dan pelajar.
Peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival 2026 diharapkan dapat menjadi ruang lahirnya karya film pendek yang mampu mengangkat budaya, sejarah, dan dinamika sosial Kota Semarang ke tingkat yang lebih luas. (*)