Konten Semarang
Semarang

Gadepreneur 2026 Pegadaian Bekali Ratusan UMKM Semarang, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Digital

Pegadaian Gadepreneur 2026 di Semarang membekali UMKM dengan pelatihan bisnis, digitalisasi, branding, dan akses pasar.

“Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku UMKM memiliki semangat besar untuk terus berkembang dan menjadi pahlawan ekonomi di daerah masing-masing,” tambahnya.

Pegadaian menetapkan sejumlah kriteria bagi peserta Gadepreneur 2026. Program ini diprioritaskan untuk usaha padat karya yang memiliki nilai ekonomi signifikan, mampu memberdayakan masyarakat, serta mempunyai potensi pengembangan bisnis yang baik. Adapun batas skala usaha peserta maksimal memiliki perputaran usaha sebesar Rp15 miliar.

Melalui program ini, Pegadaian berharap UMKM tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga semakin kuat dalam pemasaran, distribusi, pengelolaan keuangan, hingga branding usaha.

“Program ini masih akan berlanjut dengan sesi kopdar dan rebranding yang nantinya akan diseleksi menjadi 24 pelaku UMKM terbaik. Kami berharap Gadepreneur dapat terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Salah satu peserta, Puput Anggraeni, pemilik usaha kuliner “Es Marem Bu Ning Jaganlan Semarang” yang telah berdiri sejak 1978, mengaku memperoleh banyak wawasan baru selama mengikuti pelatihan tersebut.

“Saya mengikuti Gadepreneur karena ingin memajukan usaha, meningkatkan penjualan, dan menaikkan kelas usaha saya,” ujarnya.

Puput menilai materi mengenai pentingnya menjaga tekstur, kualitas, dan harga produk menjadi salah satu pembelajaran paling berkesan baginya dalam menghadapi persaingan usaha kuliner saat ini.

Ia juga terdorong untuk mulai melakukan pembaruan dalam strategi bisnis, termasuk memperkuat promosi dan melakukan rebranding kemasan produk agar lebih menarik bagi konsumen.

“Selama ini saya berada di zona nyaman karena usaha ini sudah dikelola keluarga sejak lama. Setelah mengikuti Gadepreneur, saya merasa harus melakukan perubahan, memperbarui kemasan, dan lebih aktif memperkenalkan produk,” katanya.

Menurut Puput, para mentor yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan materi yang aplikatif dan membuka wawasan baru bagi peserta UMKM.

Halaman 2 dari 3