Ia mengingatkan agar warga yang sudah kehilangan rumah tidak kembali menghadapi kesulitan di tempat tinggal sementara.
βJangan sampai mereka sudah kehilangan rumah, lalu ditempatkan di hunian sementara dengan banyak kekurangan,β ujarnya.
Gubernur juga meminta proses pendataan penghuni dilakukan secara cermat, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan kepala keluarga atau keluarga yang anggota keluarganya merantau.
βKita harus memilah keluarga yang benar-benar rentan. Saat pemindahan dari pengungsian ke huntara, datanya harus jelas supaya tidak menimbulkan persoalan sosial,β katanya.
Lebih jauh, Luthfi mendorong agar perencanaan hunian tetap (huntap) segera disusun agar masa transisi tidak berlarut-larut.
βSegera siapkan rencana hunian tetap. Prinsipnya, huntap harus membuat warga mandiri, bukan sekadar memindahkan mereka,β ujarnya.
Menurutnya, pembangunan hunian tetap nantinya harus mempertimbangkan mata pencaharian serta kondisi sosial ekonomi warga agar proses pemulihan berjalan berkelanjutan.
Sebagai informasi, bencana tanah gerak yang terjadi pada 2 Februari 2026 di wilayah tersebut menyebabkan sekitar 900 rumah terdampak dan ratusan kepala keluarga harus mengungsi. Huntara disiapkan sebagai solusi transisi sebelum pembangunan hunian tetap direalisasikan.