Konten Semarang
Semarang

Hapus Bullying, Wali Kota Semarang Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Wali Kota Semarang berkomitmen hapus bullying dan wujudkan sekolah ramah anak. Kota ini juga resmi jadi tuan rumah STEM UNICEF.

Hapus Bullying, Wali Kota Semarang Wujudkan Sekolah Ramah Anak
Hapus Bullying, Wali Kota Semarang Wujudkan Sekolah Ramah Anak

KONTENSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, kembali menekankan tekadnya untuk menciptakan lingkungan kota yang benar-benar aman dan mendukung tumbuh kembang anak. 

Hal ini disampaikannya dalam acara pembukaan Konferensi Anak Kota Semarang 2026 di Balai Kota, Rabu (22/7), yang diikuti oleh 300 peserta anak dari berbagai latar belakang.

Saat berdialog bersama para peserta, Agustina menyoroti bahwa target utamanya bukan sekadar meraih gelar Kota Layak Anak (KLA), melainkan mewujudkan kenyamanan nyata bagi anak-anak di kehidupan sehari-hari.

Ia menjamin bahwa aspirasi anak-anak dalam forum ini akan dijadikan acuan utama oleh jajaran dinas terkait dalam merumuskan pembangunan daerah.

"Yang kita lakukan mati-matian adalah berpikir bagaimana anak-anak itu dapat nyaman. Stick on yang kecil-kecil tadi membantu para kepala dinas untuk mengambil keputusan menjadi referensi yang penting," ujar Agustina.

Merespons tantangan di era digital, Pemkot Semarang juga bersiap menjadi pelopor penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak dalam Sistem Elektronik (PP Tunas).

Strategi ini akan diwujudkan melalui program edukasi pola asuh digital (cyber-parenting), peningkatan literasi digital di institusi pendidikan, hingga pengawasan terhadap platform daring.

"Kota Semarang sudah mencanangkan berbagai macam hal berkaitan dengan bagaimana anak-anak dapat tumbuh dengan aman, baik, dan mendapat support. Namun, kita tidak akan ada di dalam pikiran bagaimana menciptakan handphone ini aman bagi anak-anak tanpa bertanya langsung kepada mereka," tuturnya.

Di luar perlindungan digital, Agustina sangat menaruh perhatian pada pemberantasan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

Ia mengingatkan bahwa efek trauma psikologis pada korban bullying sangat panjang, sehingga gerakan pencegahan harus dibangun melalui sinergi bersama anak-anak.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Resmi Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Semarang • 22 Juli 2026

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Resmi Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Rekomendasi Redaksi