"Bagi saya sebagai Wali Kota, saya berkomitmen bahwa bullying tidak boleh ada di mana pun karena dampaknya sangat membekas. Jika anak-anak setuju, mari kita buat forum anti-bullying di sekolah masing-masing," tegasnya.
Dedikasi Wali Kota tersebut disambut baik oleh Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa-Bali, yang hadir sebagai pembicara kunci.
Pada momen istimewa ini, UNICEF turut mengumumkan terpilihnya Kota Semarang sebagai tuan rumah program peningkatan kapasitas Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) khusus untuk remaja putri.
"Kota Semarang akan jadi tuan rumah program transisi pembahasan science, technology, engineering, and math dari UNICEF. Kami mengapresiasi komitmen Kota Semarang untuk membuat konferensi ini karena benar-benar menunjukkan Kota Layak Anak utama yang membangun kotanya bersama anak-anak," puji Arie.
Agar suara anak dapat terakomodasi dalam Musrenbang Perempuan dan Anak, rangkaian Konferensi Anak 2026 memfasilitasi diskusi dalam 5 klaster yang berujung pada perumusan Suara Anak Kota Semarang 2026.
Menutup acara, Agustina memberikan motivasi agar generasi penerus di Kota Semarang tidak ragu dalam meraih impian dan senantiasa saling peduli.
"Anak-anak hebat Kota Semarang, teruslah belajar, berani bermimpi besar, dan jangan pernah takut gagal. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, karena Pemerintah Kota Semarang akan selalu mendukung dan melindungi kalian," pungkasnya. (*)