Ia mengaku senang mendengar para petani kini bisa menjual gabah dengan harga patokan Rp6.500 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata sebelumnya sebesar Rp5.000.
“Saya tanya ke petani, mereka bilang alhamdulillah. Harga gabah bagus, petani merasa diuntungkan,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Yasin menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki distribusi pupuk agar lebih mudah diakses petani dan memastikan pertanian rakyat bisa berjalan lebih produktif dan efisien.
Di momentum tahun baru Islam 1447 H, Gus Yasin juga mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan menghindari gesekan sosial, termasuk yang berkaitan dengan perbedaan pilihan politik.
“Pemprov Jateng berpikir ke depan bersama-sama. Tidak membedakan siapa memilih siapa. Semua adalah warga Jawa Tengah yang harus kita pikirkan,” tegasnya.
Ajakan serupa juga disampaikan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Ia menyemangati masyarakat untuk tetap optimis dan berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa, salah satunya dengan memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Ayo orang Temanggung, selain tanam tembakau, tanam padi juga,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyampaikan optimismenya menjelang musim panen tembakau dan hasil bumi lainnya.
Ia berharap hasil panen melimpah dan harga pasar tetap stabil, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan yang layak.
“Semoga petani bisa mendapat selisih harga yang lebih baik dari modal awal,” kata Agus.