Tidak hanya itu, Jawa Tengah juga memiliki sekitar 4,93 juta unit usaha yang terdiri atas usaha besar, menengah, dan UMKM.
Sebagian pelaku usaha tersebut bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara.
“Sudah saya paparkan bahwa Jawa Tengah ini menarik hati. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah akan rugi,” kata Ahmad Luthfi.
Pelopor kegiatan sekaligus pendamping rombongan pengusaha, Dahlan Iskan, menilai perkembangan Jawa Tengah saat ini sangat pesat dibandingkan beberapa tahun lalu.
Kemajuan itu terlihat dari infrastruktur yang semakin baik serta tumbuhnya kawasan industri di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah.
Menurut Dahlan, kondisi tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Faktor keamanan wilayah serta dukungan pemerintah juga menjadi alasan banyak investor menaruh kepercayaan pada Jawa Tengah.
Untuk melihat langsung keberhasilan dunia usaha di Jawa Tengah, para peserta diajak mengunjungi sejumlah perusahaan besar.
Pada hari pertama, mereka mendatangi Halo BCA Semarang, pabrik mebel berorientasi ekspor, dan pabrik Polytron yang kini mengembangkan produksi sepeda motor listrik.
Kunjungan akan berlanjut ke PT Sido Muncul sebagai bagian dari upaya memperkaya wawasan bisnis para peserta.