"Kami ingin up lagi bahwa pendidikan perkoperasian itu sangat penting. Tujuan FGD ini adalah menyempurnakan draf kurikulum agar selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan daerah, serta menghasilkan modul yang aplikatif," jelas Dwi.
Program ini ditargetkan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang. FGD yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan 40 ahli di bidang kurikulum.
"Kita menyongsong tahun ajaran baru. Semoga bisa segera dieksekusi. FGD ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 40 ahli yang berkompeten di bidang kurikulum," tambahnya.
Peserta FGD berasal dari berbagai instansi, di antaranya Kanwil Kemenag Jateng, Dinas Pendidikan Jateng, Dinas Pendidikan Kota Semarang, serta tim ahli dari Dinas Koperasi dan UKM Jateng dan praktisi koperasi.
Dengan adanya kurikulum ini, Jawa Tengah optimistis dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan finansial, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong dalam membangun ekonomi melalui koperasi.(*)