Menurutnya, Jawa Tengah memiliki seluruh elemen tersebut, sehingga menjadi mitra penting dalam upaya memperkuat diplomasi berbasis budaya.
Sementara itu, Ahmad Luthfi menyambut baik arahan dari Kementerian Luar Negeri terkait pengembangan diplomasi soft power.
Ia melihat hal tersebut sebagai peluang strategis, terutama karena Jawa Tengah tengah diarahkan menjadi pusat investasi.
Ia berharap Kementerian Luar Negeri dapat berperan sebagai penghubung dalam memperluas peluang investasi, baik di sektor budaya, perdagangan, maupun pariwisata.
Untuk itu, Pemprov Jawa Tengah akan meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk memanfaatkan jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri.
Selain itu, keterlibatan diaspora Indonesia di berbagai negara juga dinilai penting dalam mendukung promosi produk daerah, khususnya produk UMKM yang telah menembus pasar ekspor, agar semakin berkembang di pasar global. (*)